HIPERTENSI (DARAH TINGGI)

Pengertian

Hipertensi adalah tekanan darah sistolik >140mmHg dan tekanan darah sistolik >90mmHg atau bila pasien memakai obat anti hipertensi. Peningkatan tekanan sistolik erat hubungannya dengan berkurangnya elastisitas pembuluh darah, sekitar 80% penderita hipertensi tergolong hipertensi essensial/primer.
Hipertensi Borderline:
  • Sistolik 140-159mmHg
  • Distolik 90-94mmHg
Hipertensi Definitif: tekanan darah 160/95mmHg
Mekanisme hipertensi sekunder:
  • Peningkatan sekresi katekolamin (feokromositoma)
  • Peningkatan pelepasan renin (renal artery stenosis)
  • Peningkatan volume darah dalam tubuh.
Etiologi
Berdasarkan penyebabnya:
  1. Hipertensi essensial/primer: yang tidak diketahui penyebabnya disebut juga hipertensi idiopatik.
  2. Hipertensi sekunder/hipertensi renal: penyebab spesifiknya diketahui seperti penyakit ginjal, hipertensi vaskuler renal, dll.
Gejala Klinis
  • Umumnya hipertensi primer tidak memberikan keluhan dan tanda klinis khusus, tetapi mungkin pusing, sakit kepala, rasa lelah.
  • Komplikasi yang menimbulkan gejala antara lain insufiensi sirkulasi otak dan jantung, pendarahan pada retina, gagal jantung kiri.
Pemeriksaan Fisik
  • Batasan berat ringannya:
  1. Hipertensi ringan: tekanan diastolik antara 95-104mmHg
  2. Hipertensi sedang: tekanan darah diastolik antara 105-114mmHg
  3. Hipertensi berat: tekanan diastolik >115mmHg
  • Diagnosis hipertensi ditegakkan apabila kenaikan tekanan darah ini bersifat menetap pemeriksaan ulang dalam jarak waktu 1-2 minggu
 Pemeriksaan Penunjang
  • Pemeriksaan laboratorium (menentukan adanya kerusakan organ dan faktor resiko lain): urinalisa, darah tepi lengkap, kimia darah
  • EKG dan ekokardiografi
Penatalaksanaan
  • Pengobatan farmakologi langsung dimulai pada hipertensi sedang-berat hipertensi ringan sampai sedang dicoba dulu diatasi dengan terapi non obat selama 2-4 minggu
  • Tujuan pengobatan hipertensi adalah mengendalikan tekana darah untuk mencegah komplikasi (kardiovaskuler, pembuluh darah otak dan ginjal)
  • Terapi nonfarmakologi meliputi pengendalian berat badan, diit renda garam (kecuali bila penderita mendapat HCT), mengurangi makan lemak, menghentikan kebiasaan merokok dan minuman beralkohol
  • Terapi obat dengan hipertensi ringan sedang dimulai dengan salah satu obat berikut ini:
  1. Hidroclorotiazid (HCT) 12.5mg-25mg/hari dosis tunggal pada pagi hari
  2. Reserpin 0.1-0.25 sehari sebagai dosis tunggal
  3. Propanolol 2x20-40mg sehari
  4. Kaptopril 2-3x12.5-25mg/hari
  • Sebaiknya dosis dimulai dari yang terendah dengan evaluasi berkala dinaikan sampai tercapai respon yang diinginkan, lebih tua usis penderita, pengguna obat harus berhati-hati
  • Hipertensi sedang-berat diobati dengan kombinasi HCT+Propanolol atau HCT+Captopril bila obat tunggal tidak efektif
  • Pada hipertensi berat yang tidak sembuh dengan kombinasi diatas ditambahkan Metildopa 2x125-200mmHg/hari atau reseprin 0.1-0.25mg/hari
  • Penderita asma bronkial tidak boleh diberi beta blloker (Propanolol)
Komplikasi
  • Jantung: hipertrofi ventrikel kiri dan gagal jantung kiri
  • Mata: retinopati
  • Otak: trombosis sehingga timbul infark, pendarahan intra cerebral, ensepalotopy
  • Ginjal: arteriosklerosis

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

GASTRITIS (MAAG)

Pengertian

Gastritis adalah inflamasi dari mukosa lambung, dimana terjadi gangguan keseimbangan faktor defensif dan faktor agresif yang berperan dalam menimbulkan lesi pada mukosa. Terbagi menjadi dua, yaitu gastritis akut dan gastritis kronik.

Etiologi
  • Obat-obatan: Aspirin, obat anti inflamasi non steroid (NSAID)
  • Alkohol
  • Gangguan mikrosirkulasi mukosa lambung: trauma, luka bakar. sepsis.
Gejala Klinis
  • Dispepsia atau indigesti
  • Perih atau tidak enak di ulu hati
  • Gastritis erosif akibat obat sering disertai pendarahan
  • Perut kembung, perih, mual, dan muntah (tidak selalu)
 Pemeriksaan Fisik
  • Nyeri tekan epigastrium
Pemeriksaan Penunjang
  • Pemeriksaan endoskopi: eritma mukosa lambung
  • Pemeriksaan radiologi: iregularitas mukosa
 Penatalaksanaan
  • Penderita gastritis akut memerlukan tirah baring
  • Membiasakan diri makan teratur dan tepat waktu
  • Menghindari makanan yang meransang (pedas dan asam)
  • Obat-obatan:
  1. Antasida diberikan antara waktu makan dan menjelang tidur, atau
  2. Obat yang mengurangi sekresi lambung (Cimatidine) 2x10mg
  3. Dapat pula ditambah obat pelindung mukosa (sukralfat) 2xsehari
  4. Bila Anda muntah diberikan Metoklopramida 3x10mg 1 jam a.c
  5. Untuk mengatasi nyeri diberi spasmotolik (papaverin, ekstrak balladona) 2xsehari
  6. Mengurangi ketegangan dan menenangkan pasien: Diazepam 3x5mg/hari
Komplikasi
  • Pendarahan saluran cerna bagian atas berupa hematemesis dan melena dapat berakhir dengan syok hemorogonik.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENYAKIT TB PARU (TBC)

Pengertian

Adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Tuberculosa/TBC (Mycobacterium Tuberculosis) dan menyerang paru-paru. Kuman ini dapat juga menyerang organ-organ tubuh lainnya.

Etiologi
Disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis, sifat kuman TBC adalah kuman tahan asam pada pewarnaan, sehingga disebut juga Basil Tahan Asam (BTA). Kuman cepat mati oleh sinar matahari, tapi dapat bertahan hidup beberapa jam ditempat yang gelap dan gelap. Dalam jaringan tubuh, kuman ini dapat dormant, tertidur lama selama beberapa tahun.

Gejala Klinis
  • Gejala utama: Batuk terus menerus dan berdahak selama tiga minggu atau lebih.
  • Gejala tambahan yang sering dijumpai:
  1. Dahak bercampur darah 
  2. Baduk darah
  3. Sesak nafas dan rasa nyeri dada
  4. Badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan turun, rasa kurang enak badan (malaise), berkeringat malam walaupun tanpa kegiatan, dan deman lebih dari sebulan.
Diagnosis TBC Paru
  • Diagnosis TBC paru pada orang dewasa
Ditegakkan dengan pemeriksaan dahak sewaktu secara mikroskopis, tiga spesimen dahak dalam waktu dua hari berturut-turut, yaitu Sewaktu-Pagi-Sewaktu (SPS). Positif jika sedikitnya dua dari tiga spesimen SPS BTA hasilnya positif (kategori I). Bila hanya satu saja perlu pemeriksaan ulang atau rontgen dada. Bila negatif, dilakukan pemeriksaan foto rontgen dada, jika hasil rontgen mendukung diagnosis TBC, maka diagnosis sebagai penderita TBC BTA negatif rontgen positif (kategori III)
  • Diagnosis TBC anak
Hal-hal yang mencurugakan TBC:
  • Mempunyai sejarah kontak erat dengan penderita TBC yang BTA positif
  • Terdapat reaksi kemerahan lebih cepat (dalam 3-7 hari) setalah imunisasi BCG
  • Berat bedan menurun tanpa sebab yang jelas atau tidak naik dalam satu bulan meskipun sudah dengan penanganan gizi yang baik (failure to thrive)
  • Sakit dan demam lama atau berulang, tanpa sebab yang jelas
  • Batuk-batuk lebih dari tiga minggu 
  • Pembesaran kelenjar limfe superficialis yang spesifik
  • Skrofuloderma
  • Konjungtivitas flikteenuralis
  • Tes tuberkulin positif (>10mm)
  • Gambaran foto rontgen sugestif TBCBila >3 positif, dianggap TBC 
Beri pengobatan OAT, observasi dua bulan,
  • Jika membaik, berarti TBC OAT diteruskan
  • Jika memburuk atau tetap ada dua kemungkinan: bukan TBC atau TBC kebal obat (MDR). Tindakan: Rujuk ke rumah sakit 
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriiksaan rontgen thorak dengan indikasi
  • Suspek dengan BTA negatif
  • Penderita BTA positif dengan: diduga koraplikasi, sering hemoptisis berat, hanya satu dari tiga spesimen yang positif.
Penatalaksanaan
Kategori I
  • Untuk penderita TBC Paru BTA positif
  • Penderita paru BTA negatif, rontgen positif dengan sakit berat
  • Penderita ekstra paru berat
 Kategori II
  • Diberikan pada: Penderita TBC kambuh, penderita TBC gagal dan penderita dengan pengobatan lalai
 Kategori III
  • Diberikan pada: panderita paru BTA negatif dan rontgen positif, sakit ringan, penderita ekstra paru ringan 
Pengobatan TB anak:
Prinsip dasar pengobatan TBC pada anak tidak berbeda dengan orang dewasa, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
  • Pemberian obat baik tahap intensif maupun lanjutan diberikan setiap hari
  • Dosis obat disesuaikan dengan berat badan anak
 Susunan panduan obat TBC anak adalah 2HRZ/4HR:
  • Tahap intensif terdiri dari Isoniazid (H), Rifampisin (R), dan Pirazinamid (Z) selama dua bulan diberikan setiap hari (2HRZ),
  • Tahap lanjutan terdiri dari Isoniazid (H), dan Rifampisin (R) selama empat bulan diberikan setiap hari (4HR)
 Komplikasi
  • Menengitis
  • Hepatitis
  • Konjungtivitis fliktenularis

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ASAM BRONKHIALE

Pengertian
Adalah penyakit inflamasi saluran nafas sehingga meningkatkan sensitivitas saluran nafas terhadap banyak iritan.

Etiologi

  • Ispa
  • Tekanan emosi
  • Kerja fisik
  • Allergen seperti pollen dan bulu binatang
Gejala Klinis
  • Sesak nafas pagi hari dan sepanjang malam atau sesudah latihan fisik
  • Disertai suara menciut (mengi)
  • Batuk biasanya kering, tapi sering terdapat mukus bening
Pemeriksaan Fisik
  • Wheezing (+) di akhir ekspirasi
Pemeriksaan Penunjang
  • Laboratorium: cosinofil dalam darah dan sputum meningkat
  • Ronthgen thorax: biasanya normal
  • Tes fungsi paru
Penatalaksanaan
  • Serangan ringan:
  1. Beri suntikan adrenalin 1:1000 0.2-0.3ml subkutan,
  2. Dapat diulang beberapa kali dengan interval 10-15 menit
  3. Dosis anak: 0.01ml/kgBB/hari yang dapat diulang
  4. Bronkhodilator terpilih: 
  • Teofilin 3x100-150mg pada dewasa
  • Teofilin 10-15mg/kgBB/hari untuk anak atau
  • Salbutamol 3x2-4mg untu dewasa
  • Efedrin 3x10-15mg
  • Prednison bila dibutuhkan 3xsehari
  • Penderita status asmatik memerlukan oksigen terapi:
  1.  Infus glukosa 5%
  2. Aminofilin 5-6mg/kgBB, i.v perlahan 
  3. Prednison 2x10-20mg sehari untuk beberapa dosis diturunkan kemudian dihentikan
Komplikasi
  • Pneumothorax
  • Pneumomediastinum
  • Emfesema subkitis
  • Atelektasis
  • Gagal nafas
  • Bronkitis, dan
  • Fraktur iga

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BATUK REJAN (PERTUSIS)

Pengertian

Adalah penyakit saluran nafas yang disebabkan oleh bakteri Gram negatif, nama lain adalah tussis quinta, whooping cough.

Etiologi
Disebabkan oleh Bordetella pertusis

Gejala Klinis
  • Stadium kataral: Pilek, bersin, batuk pada malam hari yang sangat mengganggu
  • Stadium paroksismal: Batuk menjadi lebih berat dan lebih panjang, serangan batuk panjang diakhiri dengan bunyi melengking yang khas. Stadium ini berlangsung 2-4 minggu
  • Stadium konvalasens: Batuk mulai berkurang
 Pemeriksaan Fisik
  • Sering terjadi pendarahan bawah selaput mata dan atau mimisan
  • Pada saat serangan muka memerah dan dapat menjadi kejang
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan swab daerah masofaring dan ditanamkan pada media agar Bordet-Gengou.

Penatalaksanaan
  • Minum banyak, makan bergizi 
  • Lakukan pemeriksaan epidemiologi
  • Eritromisin 30-50mg/kgBB/hari dibagi dalam 4 dosis
  • Dekstrometorfan 3x10-15mg/ hari selama 3 hari. Untuk anak 1mg/kgBB/hari dibagi dalam 3 dosis selama 3 hari
  • Kodein 0.5mg/kgBB/kali (dengan dekstrometorfan batuk masih ada)
 Komplikasi
  • Otitis media, brinkopneumonia, atelaktasis, emfisema, bronkiektasis
  • Prolapsus rektum, hernia, ulkus, pada ujung lidah, stomatitis
  • Kejang, kongeti dan edema otak, pendarahan otak
  • Epitaksis, hemoptisis.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BRONKITIS AKUT

Pengertian
Adalah penyakit obstruktif akibat inflamasi akut pada saluran nafas (bronkus).

Etiologi
Respiratory syncytial virus (RSV) pada 50-90% kasus, selain itu parainfluenza, mikoplasma, adenovirus. Sangat jarang infeksi primer bakteri.

Gambaran Klinis

  • Batuk kering, berdahak, kental, dan mukopurolen
  • Ada demam kira-kira 3-5 hari
  • Sesak nafas dan sakit dada
  • Nyeri otot
Pemeriksaan Fisik
  • Ronki kasar positif
  • Dyspneu dengan expiratory effort
  • Retraksi otot bantu nafas
  • Nafas cepat dan dangkal disertai nafas cuping hidung
  • Perkusi paru hipersonor
 Pemeriksaan Penunjang
  • Foto dad AP lateral: tubular shadow, hiperinflasi paru, bercak konsolidasi tersebar
  • Pemeriksaan Laboratorium: leukositosis (+), analisa gas darah: hiperkarbia, asidosis metabolik atau respiratorik.
 Penatalaksanaan
  • Istirahat, banyak minum, berhenti merokok
  • Bila demam lebih dari satu minggu beri antibiotik:
  1. Ampicillin 4x250-500mg/hari, atau
  2. Eritromicin 4x250-500mg/hari, atau
  3. Tetraksiklin 4x250-500mg/hari, selama 7-10 hari
Dosis untuk anak
  1. Ampicillin 50-100mg/kgBB/hari, atau
  2. Eritromicin 40-50mg/kg BB/hari
Pengobatan simtomasis
  1. Paracetamol 500mg, 3xsehari
  2. GG 100mg, 3xsehari
Komplikasi
  • Infeksi berulang
  • Pncumothorak spontan
  • Eritrositosis karena keadaan hipoksia kronik
  • Gagal nafas
  • Kor pulmonal
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PNEMONIA

Pengertian
Pnemonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli)

Etiologi
Streptococcus pneumoniae, Hemophyllus influenza, virus.

Gejala Klinis

  • Batuk awalnya non produktif menjadi produktif dengan sputum mukoid atau berdarah
  • Demam tinggi kadang lebih dari 40oC
  • Kesukaran bernafas/nafas cepat
  • Penarikan dinding dada sebelah bawah kedalam (retraksi) atau pnemonia berar
 Pemeriksaan Fisik
  • Nafas cepat pada balita, hitung frekuensi nafas sesuai MTBS:
Umur 2 bulan-<12 bulan: > 50x/menit
1 tahun-<5 tahun : > 40x/menit
  • Pemiriksaan fisik: Bagian sakit tertinggal waktu bernafas, suara nafas broncial atau melemah, ronki basah halus, kemudian berubah menjadi ronki basah kasar
  • Pnemonia berat: Chest indrawing, penarikan dinding dada sebelah bawah kedalam, sianosis.
Pemeriksaan Penunjang
  • Leukositosis jelas pada pnemonia bakteri
  • Radiologis: ditemukan bercak konsolidasi
  • Pemeriksaan cairan pleura
  • Pemeriksaan mikrobiologik
Penatalaksanaan
Balita: Lihat MTBS
Dewasa:
-Antibiotik: 
  • Amoksisilin/Ampisisilin 3x500mg, atau
  • Kloramfenikol 75mg/kgBB/hari 4x pemberian, atau
  • Cotrimaxasol 2x2 tablet dewasa
  • Eritromisin 4x250mg selama 7-10 hari
-Antipiretik: Parasetamol 3x500mg
-Mukolitik: Ambroksol 3x30mg
Pnemonia berat: Rujuk RS

Komlikasi 
  • Abses kulit dan jaringan lunak
  • Otitis media
  • Sinusitis media
  • Meningitis purulenta
  • Perikarditis

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SINUSITIS

Pengertian
Sinusitis dibedakan menjadi:

  • Sinusitis akut bila infeksi terjadi beberapa hari sampai beberapa minggu
  • Sinusitis subakut bila infeksi berlangsung beberapa minggu sampai tiga bulan
  • Sinusitis kronik bila infeksi berlangsung lebih dari tiga bulan
Gejala Klinis
  • Sinusitis akut
Demam, lesu, hidung tersumbat, ingus kental purulen yang kadang berbau dan kadang dirasakan mengalir ketenggorokan.
  • Sinusitis subakut dan kronis
Gejala radang akut hilang dan keluhan nyeri berkurang.
Pemeriksaan Fisik
  • Nyeri tekan rongga sinus
  • Pembengkakan mukosa meatus media
  • Nanah atau pus tempat pada meatus media
Pemeriksaan Penunjang
  • Diafanoskof (tampak suram/gelap) pada sinusitis maksilaris
  • Rhinoskopi posterior
  • Rontgenologi (sinus yang sakit suram)
Penatalaksanaan
Sinusitis akut diberikan obat selama 10-14 hari:
  • Eritmocilin 3x500mg/hari, atau
  • Amoxilin 3x500mg/hari
  • Analgesik (Parasetamol) 3x500mg/hari bila perlu untuk mengurangi nyeri
  • Dekongestan lokal (Efedrin HCL 0.5-1% untuk membantu pengaliran sinus, diberikan sekitar pukul delapan pagi diikuti dengan menghangatkan sinus di sinar matahari)
Komplikasi
  • Osteomilitis
  • Epidural abses, subdural abses
  • Abses otak
  • Rinogen meningitis purelenta
  • Sinus trombosis kavernosus

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TONSILITIS AKUT

Pengertian
Radang akut yang mengenai kelenjar tonsil

Etiologi

Penyebab tersering adalah Streptococcus, hemolitikus. Penyebab lainnya adalah bakteri (stafilokokus, pneumokokus, hemofilus, bordetella, korinebakterium) dan riketsia.

Gejala klinis
  • Liur banyak
  • Nyeri menelan
  • Demam sampai 40oC
  • Sakit kepala, malaise
  • Nyeri sendi
  • Anoreksia
  • Otalgia
 Pemerikasaan Fisik
  • Tonsil membengkak, hiperemis, terdapat detritus (tonsilitis folikularis), kadang detrius berdekatanmenjadi satu (tonsilitis lakunaris)
  • Edema pada arkus faring dan mungkin sampai palatum molle
  • Kadang-kadang didapati pembesaran kelenjar regional yang nyeri tekan
Pemeriksaan Penunjang
Kultur  Streptococcus dan uji resistansi

Penatalaksanaan
  • Kumur pelan-pelan air hangat dan garam 2xsehari
  • Makan lunak, dilarang makan pedas dan panas
  • Antibiotik:
Pilihan 1 (Eritromisin): 4x500mg selama 5-10 hari (dewasa) dan 30-50mg/kgBB/hari dibagi 4 dosis (anak)
Pilihan 2 (Amoksisilin): 3x500mg/hari selama 5-10 hari (dewasa) dan 20-40mg/kgBB/hari dibagi 3 dosis (anak)
  • Antipiretik (Parasetamol) : 3x500mg selama demam (dewasa), dosis anak sesuai MTBS
Komplikasi
  • Abses peritonsiler
  • Tonsilitis rekuren

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

FARINGITIS AKUT

Pengertian
Radang akut yang mengenai mukosa faring dan jaringan limfoid dinding faring.

Etiologi

Penyebab tersering adalah virus dari saluran nafas atas (golongan miksovirus, adenovirus, koronavirus, pikornavirus). Penyebab lainnya adalah bakteri (streptokokus, stafilokokus, pneumokokus, hemofilus, bordetella, korinebakterium) dan riketsia, yang ikut makanan atau minuman atau juga lewat udara pernapasan.

Gejala klinis
  • Tenggorokan terasa kering, panas dan gatal
  • Nyeri menelan
  • Demam sampai 40oC
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Anoreksia
  • Otolgia
Pemeriksaan Fisik
  • Mukosa faring tampak merah dan edema, terutama di daerah "lateral band"
  • Granula tampak lebih besar dan merah
  • Kadang-kadang didapati pembesaran kelenjar limfe regional yang nyeri tekan
Pemeriksaan Penunjang
Kultur dan uji resistansi

Penatalaksanaan
Analgesik/antipiretik:
  • Dewasa: Parasetamol tab 3x500mg
  • Anak-anak: Parasetamol 10-15mg/kgbb/hari, diberikan per 8 jam (lihat bagan MTBS)
Antibiotik diberikan bila ada infeksi sekunder
  • Amoksilin 3x500mg, atau
  • Cotrimoksazol 2x2 tab dewasa, atau
  • Eritromisin 4x250mg
Untuk anak, lihat bagan terapi pemberian antibiotik pada MTBS
Istrirahat, diet lunak.

 Komplikasi
  • Otitis media akut
  • Abses peritonsil
  • Abses parafaring
  • Toksemia
  • Septicemia
  • Bronchitis
  • Nefritis akut
  • Miokarditis
  • Arthitis

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

INFLUENZA

Pengertian
Radang yang mengenai rongga hidung yang disebabkan oleh virus.

Etiologi
Virus Haemophilus influenza

Gejala Klinis

  • Deman, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, dan nafsu makan hilang disertai gejala lokal berupa rasa menggelitik sampai nyeri tenggorokan.
  • Kadang batuk kering, hidung tersumbat, bersin, dan ingus encer.
Pemeriksaan Fisik
Setelah lebih dari dua hari, ditemukan kuman-kuman koken.

Penatalaksanaan
  • Istirahat dan banyak minum
  • Parasetamol 3x500mg atau Asetosal 3x300-500mg (menghilangkan nyeri dan demam)
  • Untuk anak dosis parasetamol lihat di MBTS atau 1kg=10mg/kali
  • Efedrin 3x10mg atau 0.5mg/BB/kali
  • Dekstrometorfan 3x10-15mg atau kodein 3x8mg (jika batuk kering sangat mengganggu)
bila terjadi infeksi sekunder berikan:
  • Eritromisin 4x250mg atau
  • Amoksilin 3x500mg 
 Komplikasi
  • Infeksi sekunder
  • Otitis media akut
  • Sinusitis maksila 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

RINITIS VIRAL (COMMON COLD)

Pengertian
Peradangan mukosa hidung yang disebabkan oleh virus.

Etiologi
Rhinovirus, Adenovirus, dsb.

Gejala Klinis

  • Sakit Kepala
  • Hidung Tersumbat
  • Pilek
  • Bersin-bersin
  • Malaise
Pemeriksaan Fisik
  • Kulit pada lubang hidung merah
  • Mukosa hidung merah dan edema
  • Konka menebal
  • Discharge berair dari hidung
  • Sekret perulen warna hijau atau kuning menandakan infeksi sekunder oleh bakteri
Pemeriksaan Penunjang
Ditemukan cosinofil pada pemeriksaan sekret kulit, tes kulit negatif.

Penatalaksanaan
Dekongestan :
  • Dewasa: Efedrin 3x25mg/hari
  • Anak-anak: 0.5mg/kg BB/kali
Kortikosteroid :
  • Prednison 3x1 tab
Komplikasi
  • Efusi rongga
  • Infeksi sekunder
  • Otitis media akut
  • Sinutisis maksila

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS