Pengertian
- Sistolik 140-159mmHg
- Distolik 90-94mmHg
Mekanisme hipertensi sekunder:
- Peningkatan sekresi katekolamin (feokromositoma)
- Peningkatan pelepasan renin (renal artery stenosis)
- Peningkatan volume darah dalam tubuh.
Berdasarkan penyebabnya:
- Hipertensi essensial/primer: yang tidak diketahui penyebabnya disebut juga hipertensi idiopatik.
- Hipertensi sekunder/hipertensi renal: penyebab spesifiknya diketahui seperti penyakit ginjal, hipertensi vaskuler renal, dll.
- Umumnya hipertensi primer tidak memberikan keluhan dan tanda klinis khusus, tetapi mungkin pusing, sakit kepala, rasa lelah.
- Komplikasi yang menimbulkan gejala antara lain insufiensi sirkulasi otak dan jantung, pendarahan pada retina, gagal jantung kiri.
- Batasan berat ringannya:
- Hipertensi ringan: tekanan diastolik antara 95-104mmHg
- Hipertensi sedang: tekanan darah diastolik antara 105-114mmHg
- Hipertensi berat: tekanan diastolik >115mmHg
- Diagnosis hipertensi ditegakkan apabila kenaikan tekanan darah ini bersifat menetap pemeriksaan ulang dalam jarak waktu 1-2 minggu
- Pemeriksaan laboratorium (menentukan adanya kerusakan organ dan faktor resiko lain): urinalisa, darah tepi lengkap, kimia darah
- EKG dan ekokardiografi
- Pengobatan farmakologi langsung dimulai pada hipertensi sedang-berat hipertensi ringan sampai sedang dicoba dulu diatasi dengan terapi non obat selama 2-4 minggu
- Tujuan pengobatan hipertensi adalah mengendalikan tekana darah untuk mencegah komplikasi (kardiovaskuler, pembuluh darah otak dan ginjal)
- Terapi nonfarmakologi meliputi pengendalian berat badan, diit renda garam (kecuali bila penderita mendapat HCT), mengurangi makan lemak, menghentikan kebiasaan merokok dan minuman beralkohol
- Terapi obat dengan hipertensi ringan sedang dimulai dengan salah satu obat berikut ini:
- Hidroclorotiazid (HCT) 12.5mg-25mg/hari dosis tunggal pada pagi hari
- Reserpin 0.1-0.25 sehari sebagai dosis tunggal
- Propanolol 2x20-40mg sehari
- Kaptopril 2-3x12.5-25mg/hari
- Sebaiknya dosis dimulai dari yang terendah dengan evaluasi berkala dinaikan sampai tercapai respon yang diinginkan, lebih tua usis penderita, pengguna obat harus berhati-hati
- Hipertensi sedang-berat diobati dengan kombinasi HCT+Propanolol atau HCT+Captopril bila obat tunggal tidak efektif
- Pada hipertensi berat yang tidak sembuh dengan kombinasi diatas ditambahkan Metildopa 2x125-200mmHg/hari atau reseprin 0.1-0.25mg/hari
- Penderita asma bronkial tidak boleh diberi beta blloker (Propanolol)
- Jantung: hipertrofi ventrikel kiri dan gagal jantung kiri
- Mata: retinopati
- Otak: trombosis sehingga timbul infark, pendarahan intra cerebral, ensepalotopy
- Ginjal: arteriosklerosis





