HIPERTENSI (DARAH TINGGI)

Pengertian

Hipertensi adalah tekanan darah sistolik >140mmHg dan tekanan darah sistolik >90mmHg atau bila pasien memakai obat anti hipertensi. Peningkatan tekanan sistolik erat hubungannya dengan berkurangnya elastisitas pembuluh darah, sekitar 80% penderita hipertensi tergolong hipertensi essensial/primer.
Hipertensi Borderline:
  • Sistolik 140-159mmHg
  • Distolik 90-94mmHg
Hipertensi Definitif: tekanan darah 160/95mmHg
Mekanisme hipertensi sekunder:
  • Peningkatan sekresi katekolamin (feokromositoma)
  • Peningkatan pelepasan renin (renal artery stenosis)
  • Peningkatan volume darah dalam tubuh.
Etiologi
Berdasarkan penyebabnya:
  1. Hipertensi essensial/primer: yang tidak diketahui penyebabnya disebut juga hipertensi idiopatik.
  2. Hipertensi sekunder/hipertensi renal: penyebab spesifiknya diketahui seperti penyakit ginjal, hipertensi vaskuler renal, dll.
Gejala Klinis
  • Umumnya hipertensi primer tidak memberikan keluhan dan tanda klinis khusus, tetapi mungkin pusing, sakit kepala, rasa lelah.
  • Komplikasi yang menimbulkan gejala antara lain insufiensi sirkulasi otak dan jantung, pendarahan pada retina, gagal jantung kiri.
Pemeriksaan Fisik
  • Batasan berat ringannya:
  1. Hipertensi ringan: tekanan diastolik antara 95-104mmHg
  2. Hipertensi sedang: tekanan darah diastolik antara 105-114mmHg
  3. Hipertensi berat: tekanan diastolik >115mmHg
  • Diagnosis hipertensi ditegakkan apabila kenaikan tekanan darah ini bersifat menetap pemeriksaan ulang dalam jarak waktu 1-2 minggu
 Pemeriksaan Penunjang
  • Pemeriksaan laboratorium (menentukan adanya kerusakan organ dan faktor resiko lain): urinalisa, darah tepi lengkap, kimia darah
  • EKG dan ekokardiografi
Penatalaksanaan
  • Pengobatan farmakologi langsung dimulai pada hipertensi sedang-berat hipertensi ringan sampai sedang dicoba dulu diatasi dengan terapi non obat selama 2-4 minggu
  • Tujuan pengobatan hipertensi adalah mengendalikan tekana darah untuk mencegah komplikasi (kardiovaskuler, pembuluh darah otak dan ginjal)
  • Terapi nonfarmakologi meliputi pengendalian berat badan, diit renda garam (kecuali bila penderita mendapat HCT), mengurangi makan lemak, menghentikan kebiasaan merokok dan minuman beralkohol
  • Terapi obat dengan hipertensi ringan sedang dimulai dengan salah satu obat berikut ini:
  1. Hidroclorotiazid (HCT) 12.5mg-25mg/hari dosis tunggal pada pagi hari
  2. Reserpin 0.1-0.25 sehari sebagai dosis tunggal
  3. Propanolol 2x20-40mg sehari
  4. Kaptopril 2-3x12.5-25mg/hari
  • Sebaiknya dosis dimulai dari yang terendah dengan evaluasi berkala dinaikan sampai tercapai respon yang diinginkan, lebih tua usis penderita, pengguna obat harus berhati-hati
  • Hipertensi sedang-berat diobati dengan kombinasi HCT+Propanolol atau HCT+Captopril bila obat tunggal tidak efektif
  • Pada hipertensi berat yang tidak sembuh dengan kombinasi diatas ditambahkan Metildopa 2x125-200mmHg/hari atau reseprin 0.1-0.25mg/hari
  • Penderita asma bronkial tidak boleh diberi beta blloker (Propanolol)
Komplikasi
  • Jantung: hipertrofi ventrikel kiri dan gagal jantung kiri
  • Mata: retinopati
  • Otak: trombosis sehingga timbul infark, pendarahan intra cerebral, ensepalotopy
  • Ginjal: arteriosklerosis

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar